Di antara absurditas dunia dan kehendak untuk bermakna, ada sebuah titik temu yang disebut sebagai keberadaan. Eksplorasi Eksistensial adalah upaya untuk tidak sekadar 'ada', tapi benar-benar 'hidup'.
Mari membedah luka, merayakan tanya, dan merajut kembali serpihan diri yang sempat tercerai.